Minggu, 20 Maret 2016

Skema Jaringan menggunakan routing RIP di Cisco Packet Tracer

Nama : Mardiana
Kelas : 2cc
Nim :061530700572


Skema  Jaringan menggunakan routing RIP di Cisco Packet Tracer

Routing RIP (Routing Information Protocol)

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Cara Kerja RIP

  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung.

Caranya :


1.Kita Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer


2. Susunlah PC, Swicth dan router seperti dibawah ini :


3. Seterusnya kita hubungka PC-Switch menggunakan à Copper Straight-Through, Switch-Router menggunakan à Copper Straight-Through, Router-Router menggunakan à Serial DCE.



4. Kemudian Kita tentukan IP Address masing –masing perangkat :



For PC

IP PC4 à10.10.10.2              Gateway à10.10.10.1
IP PC6 à10.10.10.3              Gateway à10.10.10.1
IP PC7 à10.10.10.4              Gateway à10.10.10.1
IP PC0 à10.10.10.5              Gateway à10.10.10.1

IP PC4 à10.10.10.2              Gateway à10.10.10.1
IP PC6 à10.10.10.3              Gateway à10.10.10.1
IP PC7 à10.10.10.4              Gateway à10.10.10.1
IP PC0 à10.10.10.5              Gateway à10.10.10.1

IP PC1à11.10.10.2               Gateway à11.10.10.1
IP PC8 à11.10.10.3              Gateway à11.10.10.1
IP PC9 à11.10.10.4              Gateway à11.10.10.1
IP PC2 à11.10.10.5              Gateway à11.10.10.1

IP PC3   à12.10.10.2             Gateway à12.10.10.1
IP PC10 à12.10.10.3             Gateway à12.10.10.1
IP PC11 à12.10.10.4             Gateway à12.10.10.1
IP PC5   à12.10.10.5             Gateway à12.10.10.1

5. Setelah IP PC telah kita masukkan sekarang kita masuk Configurasi router disini ada 3 router yaitu   :
          a .     Router Jakarta
          b.      Router Lampung
          c.       Router Medan

Ok sekarang kita click Router Jakarta, maka aka ada tampilan seperti di bawah ini:



Console Router Jakarta :

>en
#conf t
#int fa 0/0 ( port yang menuju ke switch Jakarta )
#ip add 10.10.10.1 255.0.0.0 ( gateway Jakarta )
#no sh ( mengaktifkan port )
#ex
#int se 2/0 ( port menuju ke Router Lampung )
#ip add 192.168.10.10 255.255.255.0
#clock rate 64000
#band 64 ( band wide )
#no sh
#ex
#router rip
#net 10.10.10.1
#net 192.168.10.10
#ex
#^z ( ctrl + z )

Console Router Lampung :

>en
#conf t
#int fa 0/0 ( port yang menuju ke switch Jakarta )
#ip add 11.10.10.1 255.0.0.0 ( gateway Lampung )
#no sh ( mengaktifkan port )
#ex
#int se 2/0 ( port menuju ke Router  Jakarta )
#ip add 192.168.10.12 255.255.255.0
#clock rate 64000
#band 64 ( band wide )
#no sh
#ex
#int se 3/0 ( port menuju ke router Medan)
#ip add 200.168.10.10 255.255.255.0
#clock rate 64000
#band 64 ( band wide )
#no sh
#ex
#router rip
#net 11.10.10.1
#net 192.168.10.12
#net 200.168.10.10
#ex
#^z ( ctrl + z )


Console Router Medan :

>en
#conf t
#int fa 0/0 ( port yang menuju ke switch Medan  )
#ip add 12.10.10.1 255.0.0.0 ( gateway Medan )
#no sh ( mengaktifkan port )
#ex
#int se 2/0 ( port menuju ke Router Lampung )
#ip add 200.168.10.12 255.255.255.0
#clock rate 64000
#band 64 ( band wide )
#no sh
#ex
#router rip
#net 12.10.10.1
#net 200.168.10.12
#ex
#^z ( ctrl + z )

6. Hasil Configurasi seluruhnya lihat gambar :



Nah kalau configurasi kita sudah benar semua port yang telah kita hubungkan akan nyala seperti gambar diatas. Untuk lebih memastikan  connection mulai dari Medan ke Jakarta kita Ping seperti  gambar di bawah ini :


Pertama kita cek ip kita sendiri dengan cara mengetik à  ipconfig à Enter  disini  menunjukkan IP client Medan yaitu berada di PC10 : 12.10.10.3 dan yang akan kita pinging buat percobaan  yaitu PC6 : 10.10.10.3 yang berada di Jakarta.
Jika hasil ping seperti diatas, itu menunjukkan Routing sukses



Tidak ada komentar:

Posting Komentar